Belajar bahasa Jerman :)

 

 

Bismillah..

Belajar bahasa jerman

Ciri-ciri bahasa Jerman ( Die Karakteristik Von Deutsch)

      Letak subjek dalam kalimat bahasa jerman selalu berada di tempat pertama atau ketiga.

      Kata dasar dalam bahasa Jerman semua berakhiran –en.

      Kalimat pertama berpola S-P-K-O.

      Kalimat kedua berpola K-P-S-O. Jadi berbeda dengan bahasa indonesia yang berpola S-P-O-K.

      Semua kata benda dalam bahasa Jerman dianggap mempunyai jenis kelamin, yaitu sebagai artikel.

Maskulin         : Berartikel der

Feminim         : Berartikel die

Netral             : Berartikel das

 

Contoh

Maskulin         : der Topf (Panci)

Feminim         : die Lampe (Lampu)

Netral             : Das Wasser (Air)

Perkenalan ( Die Vorstelung)

Wie heissen Sie? Wie Heisst du?

      Guten morgen, ich heisse Dita, wie Heissen Sie?

Selamat pagi, nama saya Dita, siapa nama anda?

  • Guten morgen, ich heisse Hasyatunnisa.

Selamat pagi, nama saya Hasyatunnisa.

      Ich bin Disya.

Saya Disya.

  • Mein name ist Athari, wie heisst du?

Nama saya Athari, siapa nama kamu?

      Ich bin shilika, wer ist das?

Saya shilika, siapa itu?

  • Guten Tag, Mein Name ist Putri Hanaya, wie heisst du?

Selamat siang, nama saya putri hanaya, siapa nama kamu?

 

Kita, aku dan kamu

Image

“kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan
Tapi satu hal tetap sama
Mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah
Seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’ pada keagunganNya”


-Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang-

Adab-adab berbicara Wanita Muslimah

Assalamualaikum (2)

Artikel ini bersumber darihttp://akhwat.web.id

Saya hanya akan memberikan poin-poinnya, tapi untuk lebih lengkapdapat dilihat pada link

http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/adab-adab-berbicara-bagi-wanita-muslimah/#more-2576

1) Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara

2) Bacalah Al qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.

3) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.

4) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

5) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala, disetiap waktu dan keadaanmu.

6) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam

7) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu.

8 ) jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.

9) berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.

10) jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya

11) bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka.

12- berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

13- jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala

4- jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:

” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.

“maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.

Ditulis oleh: Haya Bintu Mubarak Al-Buraik

Dari kitab: mausu’ah al-mar’ah al-muslimah: 31-34

Alih bahasa : Ummu Aiman

Sumber: http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=68:adab-adab-berbicara-bagi-wanita-muslimah&catid=28:muslimah&Itemid=54

Semoga artikel ini menjadi bahan renungan terutama untuk diri ini yang ternyata masih sangat kurang ilmunya dalam Islam.

Mencoba Memahami dan Merasakannya

Image


Beberapa hari kemarin, saya membaca sebuah notes yang sanat bagus dan berhikmah yang akan menggetarkan jiwa ini, bahwa kita ada makhluk yang istimewa dan sempurna, yang diciptakan oleh Allah untuk menjaga dirinya masing-maisng. Berikut ini notes dari teman saya Sari Haerunisa:

Mencoba Memahami dengan Merasakannya

by Sari Haerunnisa on Wednesday, 27 July 2011 at 21:27

Tulisan kali ini tidak akan membahas mengenai berbagai peraturan dan ayat-ayat Allah yang mengatur hubungan antara perempuan dan laki-laki. Tulisan ini mengajak kita merasakan betapa berharganya batasan-batasan yang Allah berikat pada manusia, fokusnya pada hubungan perempuan dan laki-laki.

 

Dulu, saya juga pernah merasakan ingin sekali punya laki-laki spesial lain selain ayah dan adik saya. Ingin bisa seperti temen-temen lain yang bisa bercengkrama akrab dengan seorang laki-laki. Diperhatikan lebih dalam, disayang lebih banyak, ditemani kemana-mana. Intinya bisa menjadi porsi besar dalam hati seseorang lawan jenis.

 

Awalnya merasa sangat keberatan dengan aturan Islam yang membatasi hubungan laki-laki dan perempuan. Kenapa hal yang indah di dunia ini tidak diperbolehkan? Punya cerita cinta yang menarik saat masih muda kan menyenangkan. Walaupun nantinya ada sedih dan sedunya. Tapi itulah yang membuatnya menjadi lebih indah. Saya sangat merasa terkekang dengan aturan seperti ini. Sepintaspun tidak pernah tebayangkan untuk mengikuti aturan ini. Toh, atuaran ini dibuat biar kita tidak berhubungan badan dengan lawan jenis yang akhirnya akan menimbukan kerugian di kedua belah pihak bukan? Jadi, ya tidak masalah dong kalau kita pacaran tapi tidak berhubungan intim. Lagian, sama sekali tidak tepikir untuk berhubungan semacam itu kalau saya berpacaran nantinya. Saya amat yakin kalau saya pasti tahan dengan godaan seperti itu.

 

Masa-masa labil yang tidak terlupakan. Bukan untuk di sesali, namun dijadikan bahan untuk kita bersyukur telah memiliki masa kini yang lebih baik. Sekarang, Allah memberi banyak sekali karunia-Nya. Sekarang saya sudah mengerti, kalau di dalam Islam, tidak ada tuh yang namanya pacaran. Jangankan pacaran, deket-deket sama yang bukan mukhrim saja tidak diperbolehkan.

 

Sekarang saya tercempulung (memang tak disengaja) di dalam sebuah lembaga dakwah di tempat saya berkuliah. Awalnya, terasa asing memang berada di antara orang yang tidak satu pikiran dengan kita. Apalagi dalam pembatasan hubungan perempuan dan laki-laki. Saya tau adanya batasan itu, tapi tidak masalah kan kalau saya punya versi sendiri? Boleh dekat namun tidak sampai jauh melanggar.

Saya mulai dihadapi dengan rapat berhijab. Saya mulai dihadapi dengan laki-laki yang tidak mau memandang saya untuk sekedar memberikan suatu barang yang penting untuk diberikan. Saya mulai dihadapan dengan pemisahan tempat duduk antara perempuan dan laki-laki saat ada acara bersama.

 

Detik terus berdetak, hari berlalu, dan bulan berganti. Saya merasa hal yang berbeda. Entah itu apa. Saya menjadi nyaman dengan kondisi saya saat ini. Entahlah, hanya merasa nyaman saja. Berat sekali otak ini mengakui bahwa sebenarnya jalan inilah yang terbaik. Jujur, saya tidak pernah mencoba mengerti. Tidak pernah. Namun hal ini terasa tanpa harus saya mengerti.

 

Entah apa yang masuk dalam pikiran saya. Saya tidak pernah dijelaskan bagaimana indahnya peraturan ini, bahkan sampai saya menulis tulisan ini. Saya hanya tau bahwa itu salah, ini benar. Saya hanya tau bahwa itu baik dan ini tidak baik. Saya hanya tau bahwa ini bermanfaat dan itu tidak bermanfaat.

Dan inilah yang saya rasakan kali ini…

 

Tidakkah kau merasa bahwa malu-malunya seorang wanita itu indah? Tidakkah kau merasakan bahwa terjaganya pandangan seorang lelaki ini sungguh luar biasa hebatnya? Tidakkah kau merasa bahwa dibalik semua peraturan ini, laki-laki dan perempuan itu justru bisa saling menyayangi tanpa harus dibarengi oleh nafsu semata?

 

Ketika seorang wanita menjaga kemaluannya, sesungguhnya ia sedang menjaga dirinya dan lawan jenisnya. Ia tau, bahwa lelaki akan mudah sekali tergoda oleh seorang perempuan. Ketika ia menjaga dirinya, ia tau bahwa seseorang yang telah Allah tuliskan namanya di Laugul Mahfuzpun sedang menjaga dirinya. Ia ingin sekali menjadi seorang yang spesial untuk orang yang spesial.

Tak maukan kau, lelaki, mendapatkan pendamping hidup seperti itu? Dan tak maukah kita, wanita, menjadi sosok seperti itu?

 

Ketika seorang lelaki menahan pandangannya pada kaum wanita, ia sedang menghormati kita sebagai wanita. Ia takut, kalau nafsunya nanti bisa melukai kita. Ia menjaga kita dengan kecuekannya. Ia tak mau kalau kita tergoda oleh sifat manis dan baiknya. Sifat yang mungkin saja berubah tiap waktu. Dan yang pasti, ia tak mau kalau porsi Allah dalam hati kita bisa terkurangi dengan dirinya. Karena bohong sekali jika ada seseorang yang porsi Tuhannya tidak akan terkurangi ketika ia sedang terserang virus merah jambu. Kalau seharusnya kita berdzikir telah terganti dengan bersms dengannya atau memikirkannya, apakah itu bukan mengurangi porsi-Nya untuk orang lain?

 

Tidak maukan kita mendapatkan laki-laki yang luar bisa seperti itu? Dan tak maukah kalian, lelaki menjadi sosok seperti itu?

 

Indah bukan keadaan saling menjaga seperi ini?

 

Kalau kau sedang menyukai seseorang sekarang, berdoalah pada Allah agar Ia menjadikannya pendamping terbaikmu kelak. Tidak ada larangan untuk menyebut nama dalam doa kan? Walaupun kita harus tetap menyerahkan semua urusan termasuk ini pada-Nya.

 

Jika kau sedang menyukai seseorang sekarang, sayangilah ia, dengan menjaga hatinya darimu. Sayangilah ia dengan penjagaanmu padanya. Sayangi ia dengan menghindarkannya dari murka Allah. Dan jangan lupa, jaga pula dirimu dari pemikiran berlebih terhadapnya. Kau juga sayang pada dirimu kan?

 

Tidakkah kau takut Allah akan cemburu pada lelaki yang kau sayangi? Coba ibaratkan dirimu yang sedang menyukai seseorang lalu melihatnya jalan bersama orang lain. Cemburukah kau? Padahal ia bukan siapa-siapa dirimu. Dan Allah? Ia adalah Pemilik Sejatimu.

Notes yang sangat menyentuh bukan? Kata-kata yang selalu terngiang menurut saya di bagian ini:

Jika kau sedang menyukai seseorang sekarang, sayangilah ia, dengan menjaga hatinya darimu. Sayangilah ia dengan penjagaanmu padanya. Sayangi ia dengan menghindarkannya dari murka Allah. Dan jangan lupa, jaga pula dirimu dari pemikiran berlebih terhadapnya.

Jagalah masing-masing diri kita karena insya Allah orang yang menjaga dirinya dengan baik akan mendapatkan orang yang juga menjaga dirinya. 

“Wanita itu seperti apel di pohon. Yang terbaik adalah yang berada di paling atas pohon. Laki-laki tidak mau mendapatkan yang paling baik karena mereka takut jatuh dan merasa sakit. Akhirnya, mereka mendapat apel-apel yang sudah terjatuh di tanah, dimana apel itu tidak sebaik yang diatas. Lalu, apel yang berada paling atas berpikir, apa ada yang salah dengan dirinya, padahal sesungguhnya mereka itu luar biasa. Mereka hanya perlu menunggu laki-laki tepat untuk mengambilnya, seseorang yang memiliki keberanian untuk memanjat pohon dan mendapatkan apel tertinggi.”

 

*repost, tapi sebagian besar hampir sama seperti apa yang aku alami, semoga kita bisa saling menjaga, ya..